View Single Post
Old 03-15-2007, 08:06 AM   #87
amkri
NAC 115
 
amkri's Avatar
 
Join Date: Aug 2005
Location: East Jakarta
Posts: 1,277
Default Re: Hoby Arwana di Kritik

menurut sy ini masalah serius buakn NAC karena mereka KOMPAS Cyber Media menghujat kita sebagai penyebab rusaknya lingkungan (scr tidak langsung)

coba cermati tulisan ini

Penangkaran atau praktek apapun yang mencerabut binatang dari alam liarnya apalagi semata untuk tujuan komersial, dikecam sebagai bentuk pemerkosaan terhadap binatang. Keritik tajam itu berdasarkan postulat bahwa binatang juga punya hak (untuk hidup di alam liar) dan manusia tidak boleh begitu saja merampas hak tersebut. Binatang liar yang dimasukkan dan dibesarkan di penangkaran atau dipelihara lalu jadi jinak akan kehilangan keaseliannya yaitu sifatnya yang liar.
Argumen lain yang mendasari kecaman itu ialah binatang bisa merasakan sakit dan stres. Manusia, berdasarkan tanggung jawab moralnya, tidak boleh menimbulkan penderitaan (rasa sakit dan stres) yang tidak perlu pada binatang.

Persoalan etika lingkungan itu terlintas di benak ketika beberapa waktu lalu saya mengikuti kegiatan orang-orang yang tergabung dalam komunitas pemelihara dan penangkar ikan arwana (scleropages formosus) di Jalan Gunung Sahari, daerah Jakarta Utara. Anggota komunitas ini memelihara dan menangkar arwana dalam akuarium dan kolam. Mereka tergabung dalam N1wan Arwana Club (NAC) dan punya media komunikasi berupa situs web N1wanred.com serta aneka kegiatan off line antara lain berupa arisan, kontes arwana dan diskusi serta seminar tentang teknik memelihara arwana.

kata saya dalam tulisan di atas jelas opini si penulis.......tulisan yang mengaitkan persoalan etika dengan NAC harus dijelaskan oleh KOMPAS Cyber Media.....ajakan tentang apa yang disebut Egidius sebagai pendekatan holistik gak ada dalam tulisan ini....yang ada Egidius men-judge NAC sebagai orang-orang yg gak etis.........sy sangat setuju tentang etika bg kehidupan hewan.....tapi harus diletakkan dlm konteks yg pas......jgn menunjuk kelompok tertentu yg sebetulnya dia tidak tahu apa yg dilakukan kelompok itu..........bagaimana mungkin cita-cita NAC untuk mempopulerkan Arwana di Indonesia agar lebih dikenal......dan jangka panjang bisa dpt perhatian pemerintah dg seenaknya disebut sebagai kelompok gak menaruh perhatian soal etika kebinatangan?

Aneh sekali Egidius ini...........
amkri is offline   Reply With Quote