emang didunia ni pasti berpasang2an, ada yang suka dan ada yang menolak....
apakah dengan menghentikan dan menyerahkan semua aro milik hobiis untuk diliarkan akan menyelesaikan masalah?
negeri ini sudah penuh maling yang siap menggelapkannya, bisa2 sebelum sampai di habitat aslinya malah tebawa sampai manca.

soalnya harganya kan mahal, sapa yang gak tertarik?
hobiis punya cara sendiri untuk mencintai dan melestarikan aro
ekologi indonesia yang mengalami degradasi hebat sejak dibukanya HPH di hutan2 kalimantan, sumatera dan irian mempunyai andil yang sangat besar terhadap kelangsungan hidup aro di alam. bagaimana aro akan tenag di alamnya, kalo rumahnya di rusak.
manusia yang punya akal budi aja da yang milih harakiri saat melihat bagitu beratnya beban hidup.
piss....
hanya sekedar uneg2 ja....